Summary
Nayara Althaea Pratiwi sudah menyiapkan kejutan kecil untuk suaminya, Alvaro Elian Pratama. Setelah beberapa minggu merasa tubuhnya berbeda, ia akhirnya memastikan bahwa dirinya hamil. Ia ingin memberitahu Alvaro malam itu karena yakin kabar kehamilan tersebut akan menjadi awal baru bagi pernikahan mereka yang telah berjalan hampir dua tahun.
Namun sebelum sempat mengucapkan kabar bahagia itu, Alvaro justru menyerahkan sebuah amplop kepada Nayara.
Isinya adalah surat gugatan perceraian.
Alvaro mengaku sudah lama merasa pernikahan mereka tidak lagi membuatnya bahagia. Lebih menyakitkan lagi, ia mengatakan bahwa hatinya sudah diberikan kepada perempuan lain. Nayara terpukul, tetapi memilih menyembunyikan kehamilannya. Ia tidak sanggup memaksa seorang pria yang sudah tidak mencintainya untuk tetap tinggal hanya karena seorang anak.
Perceraian mereka akhirnya terjadi. Nayara pergi meninggalkan kota tanpa pernah memberitahu Alvaro bahwa dia akan menjadi seorang ayah.
Beberapa tahun berlalu. Nayara membesarkan putranya seorang diri dan membangun kehidupan baru yang jauh dari Alvaro. Ia tidak pernah berniat kembali ke masa lalu.
Sampai suatu hari, Alvaro secara tidak sengaja melihat seorang anak laki-laki di sebuah tempat umum. Wajah anak itu membuatnya berhenti melangkah. Tatapan, bentuk mata, bahkan kebiasaan kecil anak itu terasa terlalu familiar.
Ketika Nayara muncul di belakang anak tersebut, Alvaro akhirnya menyadari satu hal yang selama ini tidak pernah dia ketahui.
Perceraian mereka ternyata tidak pernah benar-benar mengakhiri hubungan mereka.