Summary
Selama hampir lima tahun, Nadia merawat ayahnya yang sakit seorang diri.
Ketika sang kakak, Darren, memilih tinggal di kota lain dan hanya sesekali mengirim uang, Nadia yang menemani ayahnya setiap hari.
Ia mengurus obat.
Menyiapkan makanan.
Membawa ayah ke rumah sakit.
Bahkan meninggalkan pekerjaannya demi bisa merawatnya.
Nadia tidak pernah meminta imbalan.
Ia hanya ingin ayahnya sembuh.
Namun setelah ayahnya meninggal, Nadia menerima kenyataan yang membuat seluruh pengorbanannya terasa sia-sia.
Dalam surat wasiat, hampir seluruh aset keluarga diberikan kepada Darren.
Sementara Nadia hanya mendapatkan rumah tua tempat ia selama ini tinggal bersama ayahnya.
Nadia hancur.
Lebih menyakitkan lagi, keluarga besar mulai mengatakan:
“Kakakmu memang anak laki-laki. Wajar kalau ayahmu memberikan warisan lebih banyak kepadanya.”
Nadia akhirnya mempertanyakan semuanya.
Apakah selama ini ayah memang lebih menyayangi Darren?
Atau ada alasan lain mengapa ayah sengaja memberikan warisan itu kepada kakaknya?